Pages

Apr 18, 2010

BEHEL dan perBEHELan

Posted by Rahmi Fitri pada 8:42 AM
Sekitar satu bulan yang lalu saya memutuskan menggunakan behel. Bukan hanya sekedar gaya-gayaan, tapi memang karena saya merasa butuh untuk merapikan gigi saya yang sedikit acak-acakan ini.

Tau telenovela Amerika Latin yang judulnya Betty La Fea kan? Menggunakan kacamata tebal, berkawat gigi (pengecualian untuk poni) namun punya hati yang baik dan otak yang cerdas. Nah, mungkin saya terinspirasi dari gadis yang--merasa dirinya--jelek itu.











Dan, hey, ternyata bukan cuma saya yang terinspirasi dari perempuan yang akhirnya menjadi cantik ituu.takbole

Btw, sepertinya Betty La Fea Style sudah membooming sekarang. Cewe berponi, kacamata jadul, dan... KAWAT GIGI..! ivanjaya.net

Oke, kembali ke behel saya. Rencana untuk menggunakan behel atau kawat gigi ini memang sudah saya rencanakan sejak beberapa tahun yang lalu, sejak saya masih duduk di bangku SMP. Tentu saja saya dengan sadar tidak menadahkan tangan pada orang tua saya. Saya cukup tau diri dan mengerti dengan keadaan keuangan keluarga yang sejak zaman reformasi mulai merosot. Tapi keinginan saya untuk memakai behel tidak surut (saya sempat mencorat coret foto-foto saya dengan menggambarkan behel pada gigi sengihnampakgigi)



Well, pada tahun 2005 saya menamatkan pendidikan SMA. Dan setahun setelahnya, Alhamdulillah, saya mendapatkan pekerjaan, walau gajinya tidak seberapa. Tapi walaupun begitu, saya masih butuh waktu lama untuk mulai menjalankan misi saya, Memakai Behel!

Sekitar satu setengah tahun yang lalu, seorang teman dekat saya menggunakan behel. Saya nanya-nanya dong, mulai dari harga, tempat pemasangan, syarat pemasangan, bla bla bla yang dirasa perlu. Dan ternyata, memang butuh isi dompet yang tidak sedikit. Tragisnya, saat itu dompet saya sedang menipis. Terpaksa keinginan ber-behel ria saya undur lagi.

Mengisi kekosongan dan kesempatan menggunakan behel, saya browsing tentang perbehelan di internet. Ternyata si kawat gigi ini memang ajaib. Gigi yang sedemikian berantakannya, bisa rapi! Dunia kedokteran gigi memang semakin canggih.

Ini beberapa informasi yang saya dapat dari blog sebelah :

Pakai Karena Kebutuhan
Ini sangat penting bila kamu ingin memakai behel pastikan bahwa gigi kamu memang rusak. Jangan hanya karena ingin ikut tren atau gaya kamu ikut-ikutan memakainya karena memakai behel tidak semudah kelihatannya. Orang yang boleh mengenakannya adalah mereka yang memiliki gigi yang letaknya tidak pada tempatnya, bertumpuk dan berjejal-jejal sehingga kekurangan tempat, tumbuh terlalu jarang sehingga ada celah di antara gigi-gigi, atau letaknya terlalu maju atau mundur. Karena fungsi behel adalah merapikan gigi.
Dokter Khusus
Hanya dokter gigi tertentu yang bisa memasangkan behel yakni dokter spesialis orthodonti. Jadi jangan sembarangan pergi ke dokter gigi, pastikan dia merupakan ahlinya.
Jenis Behel/Kawat Gigi
Ada berbagai jenis behel ada yang terbuat dari metal, clear/transparan yang berwarna seperti warna gigi. Untuk clear, bahannya bisa terbuat dari composite, porselin, atau plastik. Atau ada juga behel dengan penahan karet/karet pengikat bracket (kotak yang ditempel di gigi) ini paling disukai oleh kaula muda karena bantalan karetnya bisa berwarna-warni.
Tahapan Pemakaian
Sebelum mengenakan behel ada beberapa tahapan yang mesti dilakukan yakni, membuat cetakan model gigi, memotret gigi, merontgen gigi, kepala, serta wajah pasien secara keseluruhan. Ini semua agar perawatan benar-benar sempurna dan tidak asal-asalan karena biasanya ketika dipakaikan behel wajah jadi berubah. Biasanya gigi yang menumpuk-numpuk terjadi karena rahang kecil, jadi giginya harus dikurangi beberapa.
Efek Behel
Setidaknya ada beberapa efek yang ditimbulkan bila mengenakan behel yakni, rasa sakit ketika pertama kali menggunakan behel. Lubang gigi dan karang gigi akan cepat terjadi karena tidak menyikat menyikat gigi dan menjaga kebersihan mulut. Belum lagi efek pada jariangan lunak, terutama pada gusi bibir dan pipi lebih mudah timbul radang gusi dan sariawan.
Wajib Dilakukan
Ada beberapa hal yang wajib dilakukan bila kamu menggunakan behel yakni, rajin membersihkan gigi setiap makan, selalu sediakan tusuk gigi. Serta jangan lupa untuk membawa sikat gigi untuk bersihkan sisa-sisa makanan yang nempel di bracket. Gunakan sikat gigi khusus untuk perawatan orthodonti atau sikat gigi anak-anak, yang bulu sikatnya lembut agar tidak merusak bracket. Kontrol gigi sesuai jadwal yang ditentukan dokter. Iris kecil-kecil semua makanan yang masuk dan kunyah secara perlahan-lahan. Bila memakai karet elastik atau head gear, pasang sesuai dengan petunjuk dokter gigi.
Hal Yang Dilarang
Mencoba melepas atau menyetel kawat gigi yang sudah dipasang karena bisa merubah susunan yang telah ditetapkan. Memakan permen karet, permen keras, daging yang liat, keripik, kerupuk yang keras. Mengutakatik sendiri bracket yang lepas atau kawat yang menusuk gigi. Ini sangat berbahaya hubungi dokter untuk penangulangannya.”
Dan sebagainya, dan sebagainya, dan sebagainya. Informasi ini saya kutip dari sini.
Dan, kembali (lagi) ke..
BEHEL SAYA.

Satu setengah tahun setelah informasi yang saya dapat dari teman, terdengar kabar, kalau pemasangan behel sekarang lebih murah. Ada yang menyediakan fasilitas kredit malah! Menguntungkan!

Timbang-timbang, mikir-mikir, minta pendapat orang tua, dan segala macam persiapan dilakukan. Dan akhirnya, setelah sekian lama, dengan segenap tenaga, kekuatan dan keberanian (keberanian cabut gigi--saya punya pengalaman menggenaskan mengenai ini), jadilah kawat gigi itu terpasang di gigi saya.
sengihnampakgigi (tak ada smiley yang pakai kawat gigi)

0 comments:

Post a Comment

 

I, My, Me, Mine, Kuchiki Nge-Craft! Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea